Friday, May 8, 2015

JUVENTUS LOLOS KE FINAL LIGA CHAMPION 2015?



Menyaksikan pertandingan sepakbola apalagi dalam babak semifinal dan final adalah hal yang sangat menarik bagi para pecinta sepakbola, termasuk pada laga semifinal Liga Champion Leg I yang baru saja berlangsung. Mengapa review kali ini menominasikan bahwa dua kesebelasan yang akan lolos ke babak final adalah Juventus dan Barcelona? Berikut ini analisisnya.


Pada babak semifinal Leg I antara Juventus vs Real Madrid, kedua tim saling menyerang dan tempo pertandingan tinggi. Namun semakin lama semakin terlihat bahwa Juventus yang didukung  supporter mereka mengungguli kesebelasan tamu mereka itu. Berkali-kali Iker Casillas berjibaku melakukan penyelamatan dari serangan Carlos Teves, Alvaro Morata, dan Alturo Fidal. Pada menit ke-8 Morata berhasil menjebol gawang Real Madrid setelah menerima umpan matang dari Teves. Ancelloti nampak terpaku melihat Casillas memungut bola dari gawangnya pada menit-menit awal Babak I. Marcello, pemain belakang yang berambut kribo nampak juga terpana karena mengira Morata berada di posisi off side.Tragisnya gol itu diciptakan Morata,yang pernah memperkuat Real Madrid pada saat Real Madrid diarsiteki oleh Jose Mourinho sebelum ‘dibuang” ke Juventus.Dan serangan-serangan itu emakin meningkat intensitasnya sampai Teves dijatuhkan oleh Carbajal di kotak terlarang. Hadiah penalty dimanfaatkan dengan baik oleh Teves menjadikan Juventus unggul 2-1 atas klub yang masih menduduki runner up di Liga Spanyol. Sedangkan Juventus baru saja meraih gelar scudetto setelah mengalahkan Sampdoria 1-0. Gol itu merupakan gol yang ke-50 bagi Teves selama dia memperkuat klub yang bermarkas di kota Turin, Italia.

Di lain pihak, serangan-serangan awal dari Real Madrid yang dimotori oleh James Rodriguez, Ronaldo dan Gareth Bale juga nampak tajam. Hal ini terbukti dengan dijebolnya gawang Juventus oleh Ronaldo setelah menerima umpan dari Rodriguez. Namun menurun menjelang babak I berakhir, ketajaman serangan El-Real menurun. Juga kekompakan antar pemainnya. Gareth Bale nampak acuh dan tidak berusaha menjemput bola yang dibawa Rodriguez ketika mendekati gawang Juventus. Salah pengertian antar pemain juga sering terjadi. Defense Real juga terlihat sangat longgar. Hal ini terlihat beberapa kali pemain Bianconeri melenggang bebas ke kotak pinalti tanpa mendapat kawalan yang ketat oleh Pepe dkk. Aura kekalahan Los Blancos sebenarnya sudah bisa ditangkap menjelang babak I berakhir.

Ancelotti diharapkan akan mengubah strateginya di Babak II tapi tidak dilakukannya dengan tepat. Mengganti Isco dan Bale tidak banyak membantu mengubah pola serangan. Dalam keadaan seperti ini, biasanya, El-Real “pasrah” dan tidak segera bangkit. Barangkali pecinta sepakbola masih ingat bagaimana Real setelah ketinggalan 0-2 dari Atletico Madrid kala itu. Dan juga ketika El Classico digelar beberapa waktu lalu dengan kekalahan Real Madrid.

Jika nanti di Leg II strategi 4-4-2 yang diterapkan Ancelotti juga materi pemainnya tidak banyak berubah, bukan tidak mungkin Juventuslah yang nanti akan lolos ke babak final. Strategi 3-5-2 yang diterapkan Massimilliano Allegri terbukti efektif menghadang Ronaldo, dan Bale yang pada saat itu bermain buruk. Javier “Chicharito” Hernandez sudah “terlambat” menggantikan peran Bale. Apalagi Toni Kroos juga tidak produktif dalam memberi umpan kepada dua pemain depan El Real itu. Semangat Juve untuk melaju ke final setelah babak final terakhir mereka tahun 2003 terus berkobar sampai wasit Martin Atkinson meniup peluit tanda pertandingan Leg I ini berakhir.

Yang perlu dilakukan oleh Ancelloti pada Leg II nanti adalah memperkuat barisan pertahanannya dengan menarik Sergio Ramos agak ke belakang bersama Pepe, Marcelo, dan Varane, karena bisa dipastikan Teves dkk akan banyak melakukan serangan. Carbajal sebaiknya tidak dimainkan sejak awal karena kesalahannya membuat Juve dihadiahi pinalti, apalagi dia juga sudah mendapat kartu kuning pada leg pertama. Di samping itu dia sering terlihat idak beraada di posis dimana dia seharusnya pada saat diperlukan. Unggul 1 poin bagi Juventus masih belum “aman” untuk meraih tiket ke babak final. Dan untuk mengejar ketertinggalannya, Ancelotti harus menambah motor serangannya, misalnya dengan memasukkan Chicharito dan Isco sejak menit awal jika Benzema dan Modric tidakbisa dimainkan. Salah satu kealahan Ancelotti adalah mengganti Isco yang saat itu sudah melakukan tugasnya dengan baik.

Jika Allegri ingin mempertahankan keunggulannya atas tuan rumah pada Leg II nanti perlu menambah barisan pertahanannya. Defender, Barzagli dimainkan sebagai starter, demikian halnya dengan penyerang mereka LLorente atau Pereyra. Peran Marchisio dan Evra bisa diperluas lagi agar bisa membantu lini depan di samping peran Vidal yang selama ini rajin mengumpani Teves atau Morata. Dibandingkan dengan dimainkannya Pirlo dalam starting line-up.


No comments:

Post a Comment