Friday, April 24, 2015

PETA KEKUATAN MENJELANG SEMIFINAL LIGA CHAMPION 2015



Hasil undian semifinal Liga Champion 2015 sudah diumumkan. Hasilnya adalah Bayern Munchen vs. Barcelona sedangkan Real Madrid vs. Juventus.

Ada beberapa hal menarik tentang babak semifinal. Juventus lolos ke babak semifinal untuk pertama kalinya sejak tahun 2003. Mereka harus bertemu sang juara bertahan Real Madrid yang diasuh oleh Carlo Anchelotti yang juga pernah menangani Juventus selama hampir tigatahun (1999-2001). Pertemuan mereka adalah reuni bagi pelatih kelahiran Italia tersebut. Hal ini juga berlaku bagi Pep Guardiola, pelatih Bayern Munchen saat ini yang juga pernah juga melatih Barcelona selama empat tahun. Lalu, jika Barcelona dan Real Madrid lolos ke babak final, pertarungan klasik,  El Classico, akan menjadi pertarungan mati-matian mereka untuk menentukan siapa yang pantas menjadi jawara Eropa tahun ini apalagi kedua kesebelasan ini sedang memperebutkan posisi pertama secara ketat di Liga Spanyol saat ini.  Barcelona yang saat ini menduduki posisi pertama hanya memiliki selisih dua poin dengan Real Madrid yang menduduki posisi kedua.

Dan berikut ini peta kekuatan keempat tim yang lolos ke babak semifinal tersebut.

Untuk Leg I, Camp Nou, markas Barcelona akan menjadi tuan rumah untuk menjamu tamunya, Bayern Munchen, pada tanggal 6 Mei 2015. Sedangkan untuk Leg II, Bayern Munchen giliran menjadi tuan rumah pada tanggal 12 Mei 2015. Sedangkan pada tanggal 5 Mei 2015 Juventus berhadapan dengan Real Madrid di hadapan publiknya sendiri dan Real Madrid akan menjadi tuan rumah bagi Juventus pada tanggal  13 Mei nanti.

Banyak pecinta sepakbola yang mengunggulkan Bayern Munchen yang sudah menjadi juara liga ini selama lima kali dan yang terakhir diperolehnya pada tahun 2013 ketika berhasil mengalahkan rekan senegaranya sekaligus rival terberatnya saai itu, Borussia Dortmund. Hal ini dikarenakan Stadion Olimpiade Berlin akan menjadi tuan rumah babak grand final Liga Champion pada tanggal 6 Juni nanti, di samping kekuatan Bayern Munchen yang lainnya, misalnya pelatihnya, Pep Guardiola, telah memenangkan  14 trofi kejuaraan, dua di antaranya adalah juara Liga Champion melalui tim asuhannya, Barcelona pada tahun 2009 dan 2011. Pecinta sepakbola sudah menyaksikan tangan dinginnya yang telah membesarkan Barcelona dengan Puyol sebagai kaptennya dan dengan taktik “tiki taka”nya menjadi tim sepakbola terkuat sepanjang  sejarah sepakbola dunia. Dan jika Bayern Munchen lolos ke babak final, hal ini bisa dipastikan menjadi keuntungan bagi Bayern Munchen.

Lolosnya Bayern Munchen ke semifinal menunjukkan kekuatan mereka yang luar biasa. Mereka yang pada awalnya kalah 1-3 dari kesebelasan Porto pada leg I akhirnya dapat membalikkan keadaan dan meraih kemenangan 6-1 pada leg II, meskipun mereka tampil bukan dengan kekuatan penuh dikarenakan beberapa pemain utamanya yang masih cedera. Guardiola sebagai arsitek Munchen pasti juga memiliki kontribusi atas kemenangan “setengah ajaib” ini. Jika pada babak semifinal nanti Munchen akan menampilkan “full team”nya ditambah dukungan publik sendiri akan menjadikan Munchen tim yang paling disegani.

Kesebelasan yang diunggulkan kedua setelah Bayern Munchen adalah Barcelona.  Mengapa Barcelona? Ini bukan tanpa alasan. Kekuatan Trio Barca, Messi, Neymar, dan Suarez sangat ditakuti lawan-lawannya saat ini. Total 95 goal telah dicetak oleh trio ini, Messi dengan 46 gol, Neymar dengan 30 goal, dan Suarez dengan 19 gol. Ini belum termasuk assist trio ini yang telah menjadikan Barcelona berada di puncak klasemen La Liga musim ini. Hampir di semua lini Barcelona ditempati pemain yang tangguh. Mereka juga sangat berpotensi mencatatkan nama mereka sebagai pencetak gol. Pecinta sepak bola sudah melihat bagaimana pemain belakang Mathieu yang dapat mencetak skor dan tanpa dikawal seorang pemain Real Madrid pun. Belum lagi dukungan pemain lainnya, seperti Sergio Busquets, Pedro Rodriguez, Jordi Alba, dan Gerard Pique.

Unggulan ketiga adalah Real Madrid. Trio mereka, yaitu Christiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale masih belum seproduktif Trio Barca. Hal ini bisa dilihat dari performa mereka selama ajang Piala La Liga dan Liga Champion. Serangan mereka seringkali “terbaca” oleh lawan-lawan mereka. Pada babak perempat final lalu, mereka menang aggregate tipis 1-0 melawan rival sekota mereka, Atletico Madrid. Itu pun diperoleh dengan dikeluarkannya pemain Atletico, Turan, oleh wasit karena “ulah” Sergio Ramos, pemain belakang Los Blancos yang merangkap menjadi kapten. Bermain dengan 10 pemain di hadapan publik Real Madrid tentu menjadi beban mental bagi para pemain Atletico.

Kesebelasan yang paling tidak diunggulkan adalah Juventus. Banyak orang meragukan kemampuan satu-satunya kesebelasan Italia yang lolos ke semifinal liga ini. Menjadi jawara di Liga Italia bukan berarti bisa menjadi jawara di liga para jawara di benua Eropa ini. Meskipun mereka bisa mengalahkan Borussia Dortmund untuk lolos ke perempat final, namun yang tengah dihadapi mereka adalah kesebelasan mereka yang memang sedang terpuruk di Liga Jerman. Apalagi saat ini mereka masih juga mengandalkan dua pemain veteran yang masih memperkuat tim mereka, yaitu Buffon, penjaga gawang dan Pirlo yang terkenal dengan tendangan bebasnya yang mematikan. Namun bukan berarti peran para pemain, seperti Carlos Tevez, Claudio Marchisio, Morata, Pogba dan Vidal tidak penting. Peran mereka sangat penting dalam membawa Juventus ke posisi puncak dan menjadi scudetto di Liga Italia, termasuk juga peran pelatihnya Massimiliano Allegri.

Bagaimana hasil akhirnya nanti dan siapa yang berhasil menjadi kekesebelasan terkuat di Eropa tahun ini, kita lihat saja nanti. Salam Olahraga!

No comments:

Post a Comment